Friday 14 June 2013

Think. Eat. Save. Appreciate Your Food (Part 1)


Put Attitude on Your Food and Treat Them Well For Your Own Health and Environment (Part 1)

Tanggal 5 Juni 2013 saya diundang untuk menjadi narasumber pada acara pemutaran film "Taste The Waste" yang diselenggarakan oleh Yayasan KEHATI bekerjasama dengan Omar Niode Foundation, Mongabay-Indonesia dan SAE Institute. Pemutaran film yang dilaksanakan di SAE Institute Jakarta, fX lifestyle X'nter, f6, Jl. Sudirman, Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat ini memang dikaitkan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal yang sama. Tema yang diangkat yaitu THINK. EAT. SAVE. 

Acara ini dimulai dengan pemutaran film dokumenter yang disutradarai oleh Valentin Thurn yang adalah seorang jurnalis lingkungan. Dalam film yang berdurasi sekitar 20 menit (cat. film utuhnya durasinya lebih panjang) ini digambarkan bahwa sebagian besar pangan di negara-negara industri yang masih dapat dikonsumsi berakhir sebagai limbah. Hal ini berdampak pada persediaan pangan dunia dan perubahan iklim karena sampah yang ditimbulkannya.

The Facts
Menurut data dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (UN - FAO) bahwa ternyata setiap tahun ada sebanyak 1,3 milyar pangan yang terbuang atau hilang. Sedangkan di saat yang sama 1 dari 7 orang di dunia menderita kelaparan dan lebih dari 20.000 anak-anak usia dibawah 5 tahun meninggal setiap hari karena kelaparan. Hampir 98% dari kelaparan dunia berada di negara-negara berkembang. Melihat data ini tentu saja akan menggugah kita untuk setidaknya bisa melakukan tindakan yang berarti dalam hal menangani limbah makanan or at least bisa mencegah adanya food waste. No need big action tapi dimulai dari tindakan-tindakan kecil di sekitar kita.

Menurut UNEP (United Nation Environment Programme) bahwa dampak dari limbah makanan (food waste) tidak hanya keuangan. Pada lingkungan, limbah makanan menyebabkan pemborosan penggunaan bahan kimia seperti puput dan pestisida, bahan bakar lebih banyak untuk transportasi dan banyak lagi makanan yang rusak/busuk yang menciptakan lebih banyak metana yang adalah salah satu gas rumah kaca yang paling berbahaya dan berkontribusi terhadap perubahan iklim. Sebagai gas rumah kaca, metana 23 kali lipat lebih kuat dari CO2. Jumlah limbah makanan yang menuju tempat pembuangan sampah menambah kontribusi yang signifikan terhadap pemanasan global.


Fakta-fakta lain yang saya peroleh dari UNEP tentang limbah makanan yaitu: (http://unep.org/wed/quickfacts/) 

  1. Setiap tahun, konsumen di negara-negara kaya membuang makanan (222 juta ton) hampir sebanyak seluruh produksi pangan bersih di sub-Sahara Afrika (230 juta ton).
  2. Jumlah makanan yang hilang atau terbuang setiap tahunnya setara dengan lebih dari setengah produksi tanaman sereal tahunan dunia (2,3 miliar ton pada 2009/2010).
  3. Food loss dan food waste juga mengakibatkan pemborosan pada sumber daya, termasuk air, tanah, energi, tenaga kerja dan modal, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim.
  4. Di negara berkembang, food waste dan food loss terjadi terutama pada tahap awal rantai produksi makanan dan dapat ditelusuri kembali dari segi keuangan, manajerial dan teknis dalam cara panen serta fasilitas penyimpanan dan pendinginan. Dengan demikian, penguatan rantai pasokan melalui petani, dukungan dan investasi di bidang infrastruktur, transportasi, serta  perluasan di industri makanan dan kemasan makanan dapat membantu untuk mengurangi jumlah kerugian makanan dan limbah.
  5. Di negara-negara menengah dan berpenghasilan tinggi, jumlah makanan yang terbuang dan hilang terutama pada tahap akhir dalam rantai pasokan. Berbeda dengan situasi di negara-negara berkembang dimana perilaku konsumen memainkan peran besar di negara-negara industri. Selain itu, suatu studi mengidentifikasi kurangnya koordinasi antara para pelaku dalam rantai pasokan sebagai faktor penyebabnya. Perjanjian kerjasama antara petani-pembeli dapat membantu untuk meningkatkan tingkat koordinasi. Selain itu, perlu juga meningkatkan kesadaran di kalangan industri, pengecer, dan konsumen, serta menemukan cara pemanfaatan makanan yang saat ini dibuang menjadi lebih berguna untuk mengurangi jumlah kerugian dan limbah.
  6. Di Amerika Serikat terdapat 30% dari semua makanan, senilai US$ 48.3 milyat(€32.5 milyar) dibuang setiap tahunnya. Diperkirakan bahwa sekitar setengah dari air yang digunakan untuk memproduksi makanan ini juga menjadi limbah, karena pertanian adalah penggunaan air terbesar oleh  manusia (Jones, 2004 dikutip dalam Lundqvist et al, 2008.)
  7. Di Inggris Raya diperkirakan terdapat limbah makanan sebanyak 6,7 juta ton setiap tahun, sekitar sepertiga dari 21,7 juta ton yang dibeli. Ini berarti bahwa sekitar 32% dari semua makanan yang dibeli per tahun tidak dimakan. Sebagian besar dari jumlah ini ini (5,9 juta ton atau 88%) saat ini dikumpulkan oleh otoritas lokal. Sebagian besar limbah makanan (4,1 juta ton atau 61%) sudah dapat ditangani dan bisa dikonsumsi dengan pengaturan yang lebih baik (WRAP, 2008; Knight dan Davis, 2007).
  8. Di Amerika Serikat, sampah organik merupakan komponen tertinggi kedua di tempat pembuangan sampah, dan merupakan sumber terbesar dari emisi metana.

The Definitions
Menurut wikipedia, food waste atau food loss adalah bahan yang makanan yang dibuang atau tidak dapat digunakan.Sedangkan menurut PBB melalui FAO dari hasil studi yang dilakukan oleh SIK (Swedish Institute for Food and Biotechnology (2011) mengenai "Global Food Losses and Food Waste" bahwasannya ada perbedaan antara food loss dan food waste, sebagai berikut:

Food loss atau kehilangan makanan adalah kehilangan massa pangan (selain bagian yang tidak dapat dimakan dan biji) di seluruh rantai pasokan (supply chain) yang mengarah pada makanan yang dapat dimakan untuk konsumsi manusia, yang termasuk kehilangan saat produksi, pasca panen, dan tahap pengolahan. Definisi kehilangan disini termasuk biomassa yang awalnya dimaksudkan untuk tujuan konsumsi manusia tapi akhirnya digunakan untuk tujuan lain seperti bahan bakar atau pakan ternak.

Food waste atau limbah makanan adalah pangan yang terbuang yang terjadi selama tahap mengecer (retail) dan tahapan konsumsi terakhir yang disebabkan karena perilaku pengecer dan konsumen, yaitu membuang makanan.


Seperti apakah film yang diputar dan apa sajakah yang dibahas dalam diskusi akan saya ceritakan pada bagian kedua.


Refferences:
Yayasan KEHATI
http://unep.org/wed/quickfacts/
http://unep.org/wed/wedpack/thinkeatsave/
http://en.wikipedia.org/wiki/Food_waste
Sumber gambar 1. http://www.packagingnews.co.uk/news/world-food-waste-is-a-tragedy-study-finds/
Sumber gambar 2. http://www.npr.org/people/140874239/april-fulton





No comments:

Post a Comment